Skip to content

Capabilities

Solutions

Deteksi Fraud & AML

AI / Solusi

Deteksi Fraud & AML.

Sektor jasa keuangan di Indonesia kehilangan USD 2,1 miliar akibat fraud pada tahun 2024, didorong oleh lonjakan kasus fraud berbasis AI yang mencapai 1.550% dari tahun ke tahun. Menyikapi situasi ini, panduan OJK pada April 2025 menetapkan pemantauan transaksi berbasis kecerdasan buatan sebagai kewajiban struktural perusahaan. Kami membangun solusi deteksi fraud & AML khusus untuk sektor perbankan, fintech, dan asuransi guna menyediakan model teruji bebas bias, rekam jejak audit bersih, serta dokumentasi yang siap menghadapi pemeriksaan kepatuhan regulator.

Pemantauan TransaksiSinyal Indikasi FraudAlur Kerja AMLOJK-Ready Audit

Kerugiannya mencapai $2,1 miliar. Regulator telah tetapkan aturan. Pasar mulai merespons.

Standar kepatuhan penipuan (fraud) dan AML di sektor keuangan Indonesia bergeser tajam pada 2025. Panduan Kepatuhan OJK mewajibkan implementasi AI untuk pemantauan transaksi bank, lengkap dengan pemenuhan dokumen laporan validasi model, uji bias, monitoring drift, dan supervisi manusia pada keputusan berisiko. Bank tier-dua serta fintech menengah yang menunda modernisasi kini kehabisan waktu. Kami menyediakan sistem deteksi terpadu yang memadukan pemantauan transaksi, sinyal kecurangan dokumen klaim atau invoice, serta workflow AML—teruji dari bias, terlacak untuk audit, dan siap dideploy dalam beberapa minggu saja.

$2.1 Miliar
Kerugian finansial akibat fraud di sektor perbankan, fintech, dan asuransi Indonesia pada 2024
1,550%
Lonjakan kasus kejahatan siber berbasis AI dari tahun ke tahun di pasar domestik
April 2025
Waktu efektif regulasi OJK, mewajibkan implementasi pemantauan transaksi berbasis AI untuk industri perbankan
OSIDA
Langkah teknologi pengawasan AML Bank Indonesia dalam mempercepat kesiapan sistem perbankan

Bagaimana kami mengembangkan AI pendeteksi fraud yang sesuai regulasi OJK

Empat fase yang mengintegrasikan dokumentasi kepatuhan hukum sebagai fondasi awal desain, bukan komponen pelengkap.

01

Discover

Kami memetakan seluruh cakupan risiko fraud And, mulai dari alur transaksi, proses onboarding, pengelolaan klaim, hingga distribusi faktur di setiap pergerakan nilai aset. Kami mengaudit aturan berjalan Anda, pola kasus kecurangan terdahulu, persentase false-positive, serta keselarasan regulasi (panduan OJK April 2025, prasyarat AML Bank Indonesia, dan pemenuhan hak subjek data UU PDP).

02

Pilot

Program uji coba enam minggu pada satu domain risiko kecurangan, umumnya pemantauan transaksi untuk produk spesifik atau deteksi pemalsuan pada dokumen klaim dan faktur. Kami membangun model pelacakan sinyal, alur peringatan otomatis, antrean tinjauan manual, hingga lapisan log audit dari ujung ke ujung. Tolok ukur keberhasilan dinilai dari kemampuan sistem menangkap sinyal fraud (recall) sesuai target batas toleransi false-positive.

03

Validate

Titik penentu keberhasilan audit dari OJK. Kami membangun arsitektur evaluasi yang mencakup pengujian bias segmen pelanggan, monitoring drift pada skala operasional berjalan, transparansi alasan (explainability) untuk tiap indikasi peringatan, serta dokumentasi prosedur supervisi manusia. Dilengkapi uji red-teaming dengan skenario kasus kecurangan buatan.

04

Scale

Proses serah-terima ke tim operasional fraud dan compliance Anda. Indikator deteksi dan produk baru kini dapat ditambahkan dalam bentuk modul. Jadwal revalidasi triwulanan dirancang selaras dengan standar kepatuhan OJK. Anda menerima dokumen runbook, dasbor evaluasi, serta fitur ekspor laporan audit yang siap saji untuk regulator.

Ragam solusi yang kami hadirkan untuk efisiensi kerja fraud dan AML Anda

Empat pilar utama yang menyatukan berbagai aturan terpisah menjadi sistem terkelola yang siap saji untuk audit, berbasis arsitektur deteksi fraud AI dan AML yang andal.

Pemantauan Transaksi & Model Sinyal

Implementasi model identifikasi sinyal berbasis real-time dan batch untuk analisis alur transaksi, parameter velocity, anomali jaringan (network anomaly), pergeseran perilaku (behavioral drift), serta sinkronisasi klasifikasi tipologi APU-PPT. Infrastruktur ini dikalibrasi bebas bias lintas segmen nasabah. Akuntabilitas argumen logis (explainability) terintegrasi pada setiap notifikasi peringatan dini guna memastikan analis memahami validitas pemicu sinyal secara komprehensif.

Sinyal Real-TimePemodelan PerilakuAnomali Jaringan Peringatan Sistem

Deteksi Fraud Tingkat Dokumen

Sinyal fraud tingkat dokumen untuk memeriksa klaim, faktur, berkas KYC, deteksi dokumen sintetis, duplikasi berkas, dan indikator pemalsuan. Terintegrasi langsung dengan Document Intelligence pipeline, memungkinkan deteksi kecurangan dan proses ajudikasi berjalan pada lapisan ekstraksi data yang sama.

Deteksi Dokumen PalsuSinyal Modifikasi IlegalDeteksi Berkas GandaBerkas KYC Anomali

Alur Kerja AML & Manajemen Kasus

Alur kerja alert-to-case dengan analisis keterkaitan data, korelasi sinyal antarlini produk, penentuan prioritas tugas analis, serta penyiapan dokumen SAR (LTKM). Sistem ini dirancang sinkron dengan alur pelaporan kepatuhan AML untuk BI OSIDA dan regulasi OJK.

Alert-to-CaseAnalisis Hubungan DataAntrean AnalisPenyiapan Dokumen LTKM

Jalur Log Audit & Dokumentasi Regulasi

Dokumentasi standar kepatuhan OJK terintegrasi langsung: catatan validasi model, hasil pengujian bias, output pemantauan drift, log pemicu supervisi manusia, dan riwayat audit tingkat keputusan. Pilihan format ekspor dirancang selaras dengan jalur pelaporan wajib OJK dan Bank Indonesia.

Validasi Model AILog Pengujian BiasPemantauan PerformaEkspor Data OJK + BI

Peran nyata deteksi fraud & AML kami

Nilai kerugian, lonjakan kasus fraud, mandat regulasi. Pasar Indonesia telah menegaskan tenggat waktu yang mutlak bagi sektor ini.

Benchmark PasarIndonesia · Perbankan / fintech / asuransi

Kerugian $2,1 miliar akibat kasus fraud keuangan Indonesia 2024

Total kerugian finansial langsung pada sektor bank, fintech, dan asuransi Indonesia mencapai $2,1 miliar di tahun 2024, dengan tren kasus fraud rekayasa AI melonjak 1.550% secara tahunan. Biaya akibat menunda modernisasi teknologi kini telah terhitung jelas. Penundaan di setiap kuartal berarti kerugian yang dapat diukur secara pasti.

$2,1 Miliar / +1.550%Angka kerugian fraud Indonesia 2024 / Pertumbuhan tahunan kasus fraud AI
Sinyal RegulasiIndonesia · OJK · April 2025

Pemantauan transaksi berbasis AI kini menjadi syarat pengawasan OJK

Panduan AI Governance OJK April 2025 mengharuskan bank menerapkan AI untuk monitoring transaksi, disertai dokumentasi validasi model, uji bias, monitoring drift, dan supervisi manusia pada keputusan berisiko. Bank yang masih bertahan dengan sistem rules-only kini sedang berkejaran dengan waktu audit.

April 2025Pemberlakuan aturan OJK untuk kewajiban monitoring transaksi AI
Sinyal Regulasi Indonesia · Bank Indonesia · OSIDA

BI percepat implementasi teknologi supervisi AML di sektor perbankan

Langkah teknologi pengawasan OSIDA dari Bank Indonesia mendorong bank untuk bergerak lebih cepat dalam menggelar dan menunjukkan kesiapan sistem AML. Sinergi tekanan regulasi dari OJK dan BI mengubah total tolok ukur operasional AML yang dianggap mumpuni.

OSIDALangkah aktif teknologi supervisi AML Bank Indonesia

Celah fraud mana yang paling banyak merugikan Anda, dan audit apa yang sedang Anda persiapkan berikutnya?

Beritahu kami alur fraud atau AML yang menjadi prioritas tertinggi Anda, mulai dari pemantauan transaksi, proses onboarding KYC, kecurangan klaim, fraud faktur (invoice), hingga alur alert-to-case AML. Kami akan merancang program uji coba (pilot) selama enam minggu menggunakan data asli Anda, target nyata, serta kerangka kerja evaluasi yang siap diajukan ke OJK.

Mulai diskusi proyek