Metode / Kerja Sama
Kemitraan Ekuitas.
Ketika Sprout terlibat dalam proyek bisnis baru atau ventures di mana penyelarasan insentif diuntungkan oleh kepemilikan bersama, kami mengambil porsi kepemilikan saham atau equity sebagai pendamping atau pengganti sebagian biaya tunai. Struktur hukumnya bervariasi mulai dari obligasi konversi, SAFE, saham biasa, hingga skema bagi hasil. Seluruh pertimbangan regulasinya dirancang nyata termasuk implikasi OJK untuk sektor fintech, perlakuan pajak di Indonesia, serta kewajiban pelaporan. Disiplin utama kami adalah mendokumentasikan struktur tersebut secara tertulis sebelum pekerjaan resmi dimulai. Skema ini digunakan dalam pengembangan bersama atau co-build Sprout Ventures, peran technical-cofounder, serta portofolio pilihan aliansi Wright Partners. Kerja sama ini tidak pernah menjadi klaim pemasaran semata melainkan selalu menjadi bukti hukum yang sah.
Kepemilikan bersama yang akuntabel dan transparan
Menerima saham (equity) adalah keputusan model bisnis strategis, bukan sekadar trik negosiasi tim sales. Model ini menyatukan visi kami dengan Anda: jika bisnis Anda sukses besar, Sprout juga ikut sukses. Ini otomatis terjadi di proyek co-build, peran technical cofounder, dan kemitraan ventura jangka panjang. Namun, kepemilikan saham membawa konsekuensi hukum, pajak, dan regulasi yang rumit—yang sering kali diabaikan perusahaan jasa biasa. Kami membereskannya untuk Anda: kontrak tertulis yang rapi, jaminan patuh aturan OJK untuk fintech, perencanaan pajak bersama tim hukum Anda, hingga laporan rutin ke dewan direksi Anda dan manajemen internal Sprout. Kami memeriksa proyek berbasis saham jauh lebih ketat daripada proyek bayaran tunai, karena risikonya memang sebesar itu.
Visual Khas
Struktur dan lini masa
Peta dua sumu yang memasangkan empat struktur ekuitas (SAFE, convertible note, ekuitas umum, bagi hasil) terhadap tahap bisnis (seed hingga growth) dengan kompleksitas hukum, perlakuan pajak Indonesia, pemicu regulasi, dan ritme pelaporan yang dianotasi per sel. Hamparan lini masa menunjukkan periode kepemilikan khas Sprout dan jalur realisasi ekonomi. Estetika memo hukum. Segera hadir.
Bagaimana kami menyusun kerja sama berbasis ekuitas
Empat prinsip wajib yang menjaga investasi saham proyek tetap aman dan bebas dari jeratan hukum.
Penyusunan struktur sebelum proyek dimulai
Struktur ekuitas ditentukan dan didokumentasikan secara resmi sebelum kerja sama dimulai sehingga ketentuan tidak dapat direnegosiasi di tengah berjalannya proyek. Setiap perubahan atau amendemen membutuhkan persetujuan tertulis secara eksplisit dari kedua belah pihak.
Memahami Regulasi OJK
Jika proyek bisnis baru bergerak di bidang fintech di bawah pengawasan OJK, perusahaan jasa yang mengambil ekuitas wajib mempertimbangkan regulasi pendaftaran prinsipal fintech OJK. Kami memperhitungkan hal ini dalam pemilihan struktur di awal, sementara bisnis baru di luar ruang lingkup fintech OJK memiliki fleksibilitas struktur yang lebih luas.
Perencanaan pajak Indonesia yang matang
Pajak keuntungan modal di Indonesia adalah sebesar ~30% final atas keuntungan yang terealisasi, sedangkan pemotongan pajak dividen sebesar 10–15%, sementara nilai ekonomi bagi hasil dikenakan pajak dengan cara berbeda. Kami merencanakan perlakuan pajak ini bersama penasihat hukum bisnis terkait pada saat pemilihan struktur dan bukan setelah penutupan investasi atau exit.
Tata kelola perusahaan yang transparan
Kerja sama berbasis ekuitas melibatkan kewajiban tata kelola seperti hak pengamat dewan komisaris atau board observer rights, hak informasi data, ritme pelaporan, serta pemicu persetujuan keputusan. Semua ini didokumentasikan secara resmi dan bukan sekadar asumsi agar penasihat hukum eksternal yang independen dapat membaca perjanjian kami dan memahami hak-hak yang dimiliki Sprout secara jelas.
Empat model struktur hukum
Menyesuaikan tiap proyek kerja sama, dipilih berdasarkan fase bisnis Anda dan batasan aturan hukum (regulatory surface) yang berlaku.
SAFE (Simple Agreement for Future Equity)
Menjadi pilihan standar tahap awal seperti Seed atau pre-Series A untuk sebagian besar kerja sama co-build. Sprout memberikan layanan teknis yang dikonversi menjadi saham pada putaran pendanaan berharga berikutnya karena memiliki kompleksitas hukum rendah dan penentuan valuasi ditangguhkan.
Convertible Note
Memiliki karakteristik mirip dengan SAFE namun dilengkapi dengan fitur utang. Instrumen ini digunakan ketika norma hukum di Indonesia lebih mendukung struktur obligasi konversi atau jika bisnis baru tersebut lebih memilih instrumen utang karena alasan efisiensi pajak.
Common Equity
Penerbitan saham langsung ke Sprout. Cocok untuk startup yang sudah lewat Seri A karena valuasinya sudah pasti, di mana Sprout memegang peran aktif dengan hak pemegang saham resmi. Model kontrak ini membutuhkan penyusunan pasal Shareholder Agreement yang matang.
Revenue Share
prout mengambil porsi persentase dari pendapatan dalam jangka waktu tertentu sebagai pengganti kepemilikan saham. Pilihan ini digunakan ketika kepemilikan ekuitas memiliki kompleksitas hukum yang tinggi seperti di sektor fintech atau ketika kesederhanaan tabel kepemilikan saham atau cap-table menjadi prioritas utama.
Konteks nyata dalam kerja sama berbasis ekuitas
Kerja sama berbasis ekuitas biasanya bersifat sangat rahasia. Poin yang kami tunjukkan di sini adalah tentang bagaimana model kerja samanya berjalan, bukan membongkar rahasia dapur kontrak klien.
Ekuitas studio dalam proyek co-build biasanya berada di angka 30–50%
Venture studio kelas dunia (seperti Atomic, Human Ventures, Pioneer Fund, BCG Digital Ventures) umumnya mengambil 30–50% saham di proyek bangun bersama (co-build). Ini sangat sebanding dengan paket investasi yang mereka berikan: modal, tim ahli, dan jaminan tanggung risiko. Untuk model kerja sama lain yang lebih fleksibel (seperti jadi technical-cofounder atau mitra strategis), porsi sahamnya tentu lebih kecil.
Aturan OJK untuk kepemilikan saham di ventura fintech
Jika perusahaan jasa menerima saham di ventura fintech yang diawasi OJK, hal itu bisa memicu kewajiban laporan dan pendaftaran resmi sebagai prinsipal fintech di OJK. Aturan inilah yang menentukan bentuk kontrak kami; kami biasanya lebih memilih model bagi hasil (revenue-share) atau SAFE daripada bagi-bagi saham biasa langsung (common equity) untuk proyek area fintech.
Aturan pajak Indonesia menentukan keuntungan bersih proyek
Indonesia menerapkan pajak keuntungan modal (capital gains) final ~30% saat saham dicairkan, potongan pajak dividen 10–15%, serta aturan khusus untuk revenue-share. Kontrak di awal kerja sama menentukan berapa banyak uang yang diterima saat masa kontrak selesai (exit). Banyak perusahaan yang asal terima saham terkejut saat tahu hasil bersihnya terpotong pajak sangat besar dibanding nilai kotornya.
Tren terkini seputar layanan ekuitas
View all insights →
Stop Building Transactionally: The Vital Value of Strategic Technology Partnerships
Focus on long term value with strategic technology partnerships. Learn how Sprout drives innovation and competitive edge for startups.

Architecting Growth: Scalability Strategies Through Unified Business and Technology Foundations
Discover startup technology scalability strategies that blend adaptive engagement models with modern team structures and technology stacks.

Beyond Client and Agency: The Strategic Case for Equity Partnerships in Scaling Startups
Explore how Equity Partnerships shift the vendor dynamic into a strategic alliance with shared risk and long term ownership.
Sedang membangun bisnis ventura yang mengoptimalkan kerja sama ekuitas?
Beri tahu kami model bisnis Anda dan rencana kerja samanya. Kami akan pelajari kecocokannya, usulkan struktur hukum terbaik (SAFE / convertible / saham biasa / bagi hasil) yang sudah aman dari aturan OJK dan pajak Indonesia, serta menguncinya hitam di atas putih sebelum tim mulai bekerja. Kontrak berbasis saham (equity) di Sprout jumlahnya sangat sedikit dibandingkan kontrak bayaran tunai biasa, dan itu kami lakukan dengan sengaja. Kami hanya mengambil jalur ini jika pembagian saham memang menguntungkan pertumbuhan bisnis jangka panjang kedua belah pihak, bukan karena bisnis Anda kekurangan dana tunai.
Start a project